Pages

Wednesday, January 22, 2014

ITS : When the story start

POSTING AWAL TAHUN 2014

Semoga di tahun ini aku tambah rajin nulis. Well guys, abaikan bahwa selama ini aku jarang banget nulis di blog. Heheheeeee.... Sekarang, setelah bersihin sarang laba-laba di blog aku, aku mau cerita tentang ........ Kuliah.

Aku akan kuliah lagi.

Yey...... akhirnya ambil Strata 1. Maaf, ternyata mbak Author belum lulus Sarjana, baru Diploma saja. Mengingat pendidikan itu penting, jadi diputuskan untuk KULIAH!!!!. 


Well Guys, Let's check the Location :

Perguruan Tinggi asal         : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Jurusan                              : Teknik Bangunan Kapal
Program Studi                    : Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal
Jenjang Pendidikan            : Diploma III
Indeks Prestasi Kumulatif   : 3,XX 
Tahun Masuk                      : 2009
Tahun Lulus                       : 2012
Lama Kuliah                       : 6 Semester
Predikat                             : Dengan Pujian

Perguruan Tinggi yang Dituju  : Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Fakultas yang dituju              : Fakultas Teknologi Kelautan (FTK)
Jurusan yang dipilih               : Teknik Sistem Perkapalan
Harapan Durasi Kuliah            : 4 (empat) Semester
Tahun Mulai Kuliah                : 2014

What's test ?
1. Marine Engineering Theory
2. Interview

How it was? test-nya susah!!!! hahahahaaa... Kelihatan banget si Author jarang belajar. Sebenarnya gak susah sich,,,, gimana ya. Berhubung dari waktu kuliah sampai sekarang memang tidak terlalu akrab dengan sistem yang ada di kapal, berhubung juga nilai matkul yang berhubungan dengan permesinan kapal, (I Mean tahanan dan propulsi) itu adalah nilai anugerahnya Allah (gak tahu gimana ceritanya bisa dapat A).
so.... wajar saja kalau hasilnya so... so.... juga. Whateverlah. Terima nasib. So... how is the result? Dunno ya.....

Tunggu tanggal 24 Januari. kalau gak ada namaku, berarti semester depan saja.

Hmm.... waiting for 48 hour from now.

Read more...

Tuesday, December 31, 2013

POEM : In memory of her

Setelah lama nggak nulis di blog-ku tersayang, di akhir tahun ini aku mau nulis sebuah....

PUISI.

Well, bukan puisiku sich, tapi puisi my mom yang dibikin dari jaman baheula, sebelum aku lahir. This is it.....

Seiring desahnya hatiku
Aku tarikan ujung penaku
Bersama desahan lembut dari hatimu
engkau memikat hatiku
aku tak tahu
mengapa sekarang ini
aku merasa kehilangan
aku ingin mencarimu bersamamu
tetaspi ketika aku sadar
betapa jauhnya kau dan aku
telah lama aku menunggu kedatanganmu
selalu aku ingin bersamamu
seperti dalam impianku
kita bersama dan berdua
di taman belantara dan bunga
seiring sejalan dan setujuan
dalam kasih dan sayang

 Puisi tanpa judul. Aku sendiri tidak tahu apa maksudnya. Apakah hanya sebuah karya saja atau ada cerita di baliknya. Tapi lumayan buat ditulis daripada membiarkan blogku jadi sarang laba-laba.

XOXO
Read more...

Thursday, May 16, 2013

Wedding Party


Tulisan ini kubuat dini hari, beberapa jam setelah pesawatku mendarat dengan selamat dari Cengkareng ke Juanda. Cukup letih, tapi kantuk belum mampu memaksaku untuk berpaling dari monitor. Why?
#1st reason, tadi siang abis meeting sempet tidur.
#2nd reason, watektu di pesawat tidur juga. :D:D:D:D:D

Well guys, setelah membiarkan blog-ku mati suri dalam definisi sebenarnya tanpa hiperbolis, akhirnya tulisanku ngeksis lagi di blog. YAY!!!\^o^/ - penting gak seech?- . Somehow, aku nggak berencana nulis seputar agenda meeting, cerita tentang pekerjaan, perjalanan, dan teman-temannya. This story about married. I mean.... Wedding Party. #Was that Lintang? That’s big No, No!!! ^o^

This is a story about my friend. Well, is it story? Whatever the name. Jadi, sebagai informasi, waktu aku menulis tulisan ini, umurku belum genap 22 tahun. Anggap saja 21 tahun biar awet muda. 

Katakan aku salah. Aku merasa waktu berjalan begitu cepat. Apakah waktu bisa berlari? Sepertinya belum lama aku masuk kuliah. Namun, begitu cepat aku lulus. Dan, sepertinya baru kemarin aku ke Jakarta. Ternyata sudah hampir sepuluh bulan berlalu. AKu bahkan sudah lima bulan di Surabaya. Seperti baru kemarin aku dan teman-temanku ngopi sampai lewat tengah malam –dulu aku lumayan bandel Cuma gak ada yang nyadar :-D. Sekarang aku dan teman – temanku bertemu di sebuah cafe, tapi bukan untuk ngopi. Tapi menghadiri resepsi pernikahan teman sekelasku waktu di kampus dulu. #logic thinking : sekelas = seumuran.

Ada seberkas kesedihan dalam hatiku waktu itu. Bukan karena aku tidak mau berbahagia di hari pernikahan seorang teman, tapi aku tiba-tiba tersadar bahwa umur sudah semakin bertambah. Dan pertambahan umur berbanding lurus dengan perubahan fase hidup dan lingkungan manusia.
BTW kenapa aku jadi ngelantur ya? Well guys, sebaiknya langsung aja aku tempelin foto-foto yang sempat aku dapat di resepsinya.

The Girls with The Bride (Dinda) and The Groom (Bagus).
I wanted to make the size larger, but the saving always failed. :(

The Boys with The Bride and The Groom
Ketemuan adalah cara untuk narsis bareng. (I love my friends)

Aku & Cewek - cewek.... Miss you gals :-*
 Satu hal yang paling bikin aku pengen hadir di resepsi temanku Dinda, selain aku bisa ketemu Dinda dalam versi feminin, aku juga bisa ketemu cewek-cewek. Kalau ingat jaman jadul tapi gak jadul banget (jaman kuliah) raasnya pengen banget ngulang masa-masa itu. Masa-masa bisa ketawa - ketiwi bareng, ngomongin katalog mesin sampai katalog kosmetik, dll. T_T
Sebenarnya ada berbagai alasan yang membuat aku sedih, meski harusnya aku gembira. The Bride.... adalah  orang yang pernah aku ajak muter-muter surabaya waktu aku masih maba, baren-bareng selama OJT, terus tiba-tiba lama gak ketemu, dan tau-tau dia udah jadi istri. Well, when the fate comes indeed we have to face it. Somehow, I think this is what I want to write. Just a little not too much. Good night all...


Read more...

Sunday, April 7, 2013

Past Picture - Jakarta

Setelah cukup lama meninggalkan Jakarta, akhirnya punya kesempatan juga untuk memajang foto-foto selama disana.
Ini foto-foto di kantor, sama teman-teman kantor. Belum semua sich, Cuma beberapa aja. Sebelum menghilang dari peredaran koleksi fotoku, aku pajang dulu di blog.


Ini pojok meja kerja Lintang. FOto ini kuambil pada bulan ke dua di Jakarta, setelah ganti posisi.

Foto teman kerja, waktu lagi makan bareng nyobain tempat makan depan kantor yang baru buka. Sayang banget rasa makanannya gak enak. :(

Lagi narsis, malam-malam lembur sendirian, muka kucel, sambil mengamati statistik harga kaapl.

Foto ruang tunggu klien. Mungkin banyak piala bikin kelihatan keren, tapi jadi inget sama kampus.
#nggak jadi keren.


Foto teman yang lagi lembur. Kenapa difoto? karena biasanya dia nggak pernah lembur.

Well guys, sebenarnya aku punya banyak foto bareng teman sekantor, bareng keluarga, dan bareng teman sejurusan waktu di Jakarta. Tapi batereinya si lapi gak bisa diajak kompromi. :(
so... I'll upload it. Any time. :D
Read more...

Saturday, October 27, 2012

Idul Adha, Sebuah cerita

Posting di bawah ini aku buat pada malam takbir sebelum Idhul Adha, tanggal 25 Oktober 2012. Tapi, sebelum sempat aku selesaikan, tiba-tiba ada klien datang dan ngajak rapat. Bayangin, jam 19.00 WIB ngajak rapat. Mudah-mudahan mereka besoknya lebaran. So, let's read my late posting bellow:




Ini tulisanku setelah lama banget nggak online, bikin blog jadi sarang nyamuk dalam kondisi mati suri tapi entah kenapa viewernya nambah terus. Ngomong-ngomong, besok adalah Hari Raya Idul Adha. Ngomong-ngomong tentang Idul Adha, aku nemu sebuah artikel:
Bulan ini merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam. Pasalnya, di bulan ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima. Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial. Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Bersama-sama melakukan aktivitas yang sama pula yakni manasik haji.
Selain ibadah haji, pada bulan ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Lantunan takbir diiringi tabuhan bedug menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam.
Pada hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rekaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail.
Gambarnya dari sini

Jadi, besok Idul Adha. Kalau menurut info yang kudapat, kalau di daerah Madura Idul Adha lebih ramai daripada Idul Fitri. Bener ato gak, entahlah. Aku nggak pernah kesana. Intinya, pasti banyak orang yang mempersiapkan diri dari malam sebelumnya untuk Idul Adha besok. BTW....Apa jadwal Lebaran kamu? Dan apa pula jadwal ‘Iedul Adha kamu? Dari berbagai jawaban yang mungkin kamu sampaikan, aku tidak yakin kalau menghabiskan malam takbir di kantor adalah salah satunya. Well Guys, mungkin aku belum pernah bercerita tentang pekerjaanku. Soalnya, aku belum berminat untuk cerita gitu. Intinya, aku hampir tidak pernah bekerja dengan waktu kurang dari 12 jam sehari. Sebenarnya jam kerja normal sich, 8 jam juga. Tapi masalahnya aku nggak pernah nggak overtime. Orang bilang tuntutan profesi, profesionalisme kerja, apapun bahasanya I don’t care. Intinya, besok Hari Raya Idul Adha. Hari Raya = Lebaran. Lebaran identik dengan malam takbir dan berkumpul bareng keluarga.
Hmmm... apa kamu pernah merasakan malam takbir tidak bersama keluargamu? Sebenarnya, Idul Fitri kemarin aku juga nggak di kampung sich. Tapi dari beberapa hari sebelumnya sampai malam takbir dan Shalat Ied aku udah di rumah om/tante yang berarti juga keluargaku. So, biarpun lebaran kemarin aku nggak di kampung, at least aku masih lebaran dan shalat bareng keluarga.
Besok? Nggak yakin dech. Kalau malam ini aja aku takbiran di office, berteman Memorandum of Agreement  and The Addenda, berarti besok juga nggak shalat bareng keluarga.
Seumur-umur, baru sekarang aku merayakan Iedul Adha tanpa keluarga. Rasanya, seperti apa ya? Manis, asem, asin, atau nano-nano? Bingung aku nerjemahinnya. Ada suatu kerinduan yang besar, saat acara lebaran bareng keluarga dulu kau anggap biasa saja, tiba-tiba sekarang menjadi suatu hal yang benar-benar kau inginkan. Gimana kabar orang tua, gimana kabar adikku, ibuku masak apa, dan lain-lain.
Bahkan sekarang, ketika tulisan ini kubuat, aku masih berkutat dengan pekerjaanku di depan PC. Kalau jam segini orang ngelembur sambil buka FB, aku sambil nulis di blog-ku aja.
Back to my post, sebelum Hari Raya, kalian pasti udah tahu kalau kita orang muslim, dianjurkan berpuasa. Ada sebuah Hadist, Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)
Mungkin aku tidak bisa bertemu keluarga yang di kampung, shalat nggak bareng keluarga di Jakarta. Somehow, setidaknya masih ada hal baik yang bisa dikerjakan. Bukankah Allah berfirman Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lah yang lebih baik baginya.” (Qs. al-Baqarah: 184).
Read more...

Pencopet

PICKPOCKET
Let's talk about pickpocket or "pencopet" in Bahasa.
gambar diambil dari sini

Ngomong-ngomong tentang pencopet, adakah yang pernah kecopetan? Well guys, aku baru saja mengalaminya. Kapan? tadi pagi tepatnya. Kenapa aku tahu? karena begitu turun dari Kopaja P20, aku langsung mengecek isi tasku dan aku baru tahu kalau ternyata dompetku menghilang dari list isi tas punggungku.

Have you ever thought how did I feel? Absolutely GALAU!!!!!!
Well guys, let's forget the money even it was too much for me. Ada barang penting such as KTP, SIM, ATM, ASKES, and so on yang ikut raib. But, kebetulan di dekat tempatku turun ada Pak Polisi yang kebetulan juga, cukup baik untuk nganter ke Kantor Polisi dan bikin laporan kehilangan. Yah... emang sich mereka gak akan ngapa-ngapain. Maksudku nggak ngapa-ngapain itu, they never do something better than say sorry because I'm still live in Indonesia. Do you think so? I think yes.

Tapi sebagaimana yang dikatakan orang bijak, yang lalu biarlah berlalu. Semua 'kan ada hikmahnya. Sejujurnya aku percaya kata-kata itu, meskipun pada prakteknya agak sulit untuk dijalankan. However, I always try. Karena yang harus dilakukan adalah ikhlaskan saja.... Dan ngomong-ngomong tentang mengikhlaskan, jika sesuatu yang tidak menyenangkan dianggap sebagai musibah, Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa sebagaimana diriwayatkan Muslim:

Ų„ِنَّŲ§ Ł„ِŁ„َّهِ وَŲ„ِنَّŲ§ Ų„ِŁ„َيْهِ Ų±َŲ§Ų¬ِŲ¹ُوْنَ، Ų§َللَّهُŁ…َّ Ų£ُŲ¬ُŲ±ْنِيْ فِيْ Ł…ُŲµِيْŲØَŲŖِيْ وَŲ£َŲ®ْŁ„ِفْ Ł„ِيْ Ų®َيْŲ±ًŲ§ Ł…ِنْهَŲ§
 yang artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali (di hari Kiamat). Ya Allah! Berilah pahala kepadaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku).”
Jadi, kalau orang seenaknya ngambil barang orang, bikin orang kerepotan, kepikiran, sedih, shock dan teman-temannya,  kaya' nggak ngerti rasanya lembur sampai malam, semua bisa diikhlaskan. Bukankah seseorang tidak akan diuji melebihi kemampuannya? dan, ketika seseorang diuji dengan kehilangan, kemudian mereka ikhlas, bukankah akan ada ganti yang lebih baik? Dan tentang pencopet itu, kata seorang teman anggap saja amal. Yah... mungkin dia memang membutuhkan. 

And for all of you guys, be careful on the way. Hopefully it was my first and my last to become a pickpocket victim. Begitulah belantara kota. Bikin nggak kerasan, tapi profesionalisme dan etika adalah hal yang harus dijunjung tinggi. This is the reason I'm still here.
Read more...

Thursday, September 27, 2012

Asdos.... ngejaga ujian.....

Tadi pagi dapat kiriman artikel dari author blog tetangga. Artikel ini menceritakan waktu aku secara spontan jadi asdos sambil asistensi TA, dengan sudut pandang orang pertama adalah aku. Tulisan ini dibuat untuk mengenang Asdos pertama (Lintang) yang jaga ujian kuliah malam untuk Teknologi Pengelasan Logam. Terima kasih Bapak....^_^
Notes: Tulisan tidak mengalami proses editing.
 
Ujian adalah sebuah cara yang dilakuakn untuk mengukur kemampuan ...lebih dahsyat lagi kalau ujian itu sebagai sebuah sarana menunjukkan prestasi prestasi belajar. Makan yang pertama cenderung pasiv dan membebani mental psikispelakunya, sedangkan makna kedua lebih cenderung menggembirakan sebab dilakukan sebagai sarana partsipasi prestatif...hasil karya ditampilkan. Sebuah kisah mnyebutkan, Allah sangat rindu pada hambanya, Allah mengutus malaikat jibril  untuk menguji hambanya, dan Allah paling suka mendengarkan rintihan hambanya,” hadit qudsi, “ pergilah kepada hambaku dan timpakan ujian padanya, karena aku ingin mendengar rintihannya”, (HR Thabrani dan abu umamah)... so adakah ujian di sekolah atau kuliah demikian halnya??? ...hehehe...

Ngejaga ujian...??? haha nggak kebayang dah..pa lagi masih jadi mahasiwa...gimana rasnya? Seru kali yahhh lihat orang stress..mikirn soal..(lha ngapain soal dipikirin...bukannya jawaban yang harus dipikirin.....iya yaa..haa).  Ya kalau jadi peserta ujian tuh sudah nggak kehitung berapa banyak..yaaa sebanyak mata kuliah yang ku ikuti...belum ujian ujian diluar jadwal, ujian praktek, ujian laporan,..dan yang seru ujian kehidupan yang tak ada teorinya, taka ada jadwalnya, taka ada nilai kelulusannya....yang ada dampak dari sikap saat menempuhinya...Ada lagi yang menguras pikiran ujian tugas gambar dan ujian tugas akhir...berdarah-berdarah mempersiapkan...agar sukses kelulusan....huh huuh...kenangan yang sulit dilupakan.

Nah urusan ujian-ujian begini sudah barang tentu, ada mekanisme aturan yang perlu dilakuakn, untuk menjaga nuansa kejujuran, kalau tidak, yaaa pasti banyak terjadi kecurangan...pentingnya pengawasan, atau penjagaan ujian dalam rangka memenuhi unsur-unsur penjaga etika kejujuran. Karena kejujuran barang mahal yang mulai terkikis zaman, “jujur kacang ijo” kata kawan....ya bisa jadi bermakana jujur saat makan kacang ijo..he hehehe nglantur.... Bahkan ada postingan dari  Cak Munir distatus facebooknya..saat-saat akan berlangsung ujian, dia menulis,”bila pengawas atau penjaga ujian mengatakan, luruskan dan rapatkan duduk demi kesempurnaan ujian, apa yang terjadi yaa”, he heheh  ada aja orang satu ini....itulah pentingnya penjaga/pengawas ujian..

Kalau di tempat lain..tetangga sebelah...negara ITS..(hehe.he..) ada istilah asdos,  asisten dosen...wowwow  keren..atau ada nyebut grader....yayaa sama peran sebagai pendamping dosen..ya kadang bantu ngejelasin soal-soal, membimbing praktek adik kelas, menjaga ujian mata kuliah dosen dan lain-lain. Pastilah ada banyak keuntungan di dalamnya .minimal dekat dengan sang dosenlah, bisa ngobrol segala hal, bisa curhat, dapat proyekan, bahkan bisa dapat hutangan..saat kesulitan keuangan....(ha ha ha ha dasar asdos mata duitan..ada nggak ya???).. ...

Disini (di kampusku?) tak ada istilah asdos, asisten dosen/grader atau apalah namanya, yaa mungkin karena beban perkuliahan demikian padatnya...sebenarnya sangat berguna menjadi asdos/grader ..bisa belajar menyampaikan ilmu pemahaman yg telah didapatkannnya sehingga ilmunya..semakin mengendap dalam memori lebih lama dan tidak mudah sirna....

Di sini (dikampusku) ada kelas malam,..so  Mengajar kelas malam..kelas lintas Jalur, atau lintas jenjang...atau lintas Jalan, kelas yang berisi mahasiswa asal D3 yang ingin melanjutkan ke jenjang D4, istilah tersebut mungkin beda tetapi intinyaa sama walau secara substansi  normatif bisa beda. Nah saat kelas malam itulah, sebagian diantara mahasiswa bimbingan saya yang sedang mengerjakan Tugas Akhirnya melakukan asistensi bimbingan, menunjukkan progres perbaikan atau diskusi tentang hal-hal yang perlu penjelasan...yaaah karena sebagian diantara mereka masih ngelakuin praktek lapangan saat siang hari, sehingga malamlah waktu yang jadi korban...he hahaha....

Yaaa salah satu peserta diskusi malam itu adalah si Lintang..Lintang Maharani.....he he e dari namanya aja sudah mengisaratkan....harapan dari orang tuanya (pastilah! ya..karena setiap orang tua memberi nama pastilah ada harapn dan do’a).....agar si anak jadi bintang..yang bisa berkerlap-kerlip saat malam...menjadikan gelap sunyi malam indah dipandang.....,ya kok  bisa anak DC Tugas Akhirnya nyasar ke saya??.....padahal biasanya  topik dan temanya TA berkisar pada material, pengelasan, perlakuan panas,..lha ini...anak DC..konstruksi kapal..hahahah…Eit..lupakan saja..yang jelas sudah menjalankan persetujuan judul dan beberapa catatan-catatn yang harus dikerjakan jika telah memilih pembimbingannya..Topiknya menarik karena kasus yang terjadi dilapangan yang ingin dicari solusinya....kalau sekedar memenuhi keinginan penyelesaian masalah tersebut, TA nya akan.....selesai seminggu saja......ha ha ha a... ......(ini rahasia lho….).
Yaaah harus dikerjain nih..agar punya bobot  tambahan belajar, tambahan pengetahuan keilmuan, agar semakin komprehensif pemahaman ..sekaligus diet agar tidak mengalami kelebihan berat badan.atau menambahkan hiasan jerawat di rona wajahnya sebagai tanda beban fikiran berkelebihan (stress.....)......hahahahaha,   jadilah akhirnya selain perhitungan solutif kasus yang ada di tempat praktek lapangan dengan perhitungan matematis.....he hehe  nih tambahannya,  nyrempet ke bending dan perubahan struktur mikro dan propertiesnya.kekerasan!!...jadilah anak DC berbau material..ha hahahaha...

Karena sering asistensi, diskusi saat ngajar malam itulah...(saat.ada sesuatu hal yang harus ku lakukan)...maka...........saya kasih kesempatan menjaga ujian klas LJ K3  mata kuliah teknologi pengelasan...yaaa  saya percaya aja,....karena emang sudah sekian lama berinteraksi dengannya....so inilah jadinya....ha haha sambil jaga....dia bawa kamera hapenya..potret sini potret sana..diposting di facebook pula....hahaha...ini dia threadnya:











Read more...

Tuesday, September 25, 2012

WISUDA: Sesudahnya

Good Bye Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya


Horeeee!!!!!!!!!!!!! Akhirnya WISUDA!!!!
Author with Mom & Dad

Bebas Asistensi, bebas tugas gambar, gak ada kuis, gak ada ujian..... Berasa merdeka banget....
Well guys, tadi siang aku wisuda lho???? Kuliah 111 SKS yang dijadwalkan untuk ditempuh dalam enam semester itu, bisa aku selesaikan tepat waktu. Alhamdulillah ya, meskipun diwarnai tugas-tugas gak karuan, kadang sakit, tapi.... Lulus juga.
Author with some girls & Danny Kudo

Hmmm.... kalau kemarin aku sempat berfikir, kenapa sich orang wisuda seneng banget? Setelah menimbang-nimang, mengamati dan menganalisa hasil pengamata, aku menyimpulkan bahwa salah satu alasan orang terlihat bahagia pada waktu wisuda adalah:
  1.  Karena bisa jadi, bagi beberapa orang, mereka hanya mengalami wisuda sekali seumur hidupnya. Contoh, ada orang yang dari lulus SMA, kuliah S1, lulus, kerja sampai pensiun nggak pernah sekolah lagi. So, wisuda adalah momen sekali seumur hidup yang harus diniknati
  2. Karena bisa jadi, perjuangan untuk lulus bukan perkara mudah. Contoh, jujur aja ya? Beberapa dosennya Lintang, ada yang menempuh kuliah S1-nya lebih dari 10 semester. Kebayang khan gimana perasaannya pada waktu lulus?
  3. Karena bisa ngumpul sama temen-temennya. Bisa dimaklumi khan?
  4. Selebihnya, ikut seneng karena yang lain seneng.
Saat wisuda adalah kesempatan yang memadukan rasa sedih dan gembira. Keberhasilan dan perpisahan. Di satu sisi, kau merasa gembira karena wisuda adalah buah dari usahamu selama ini. Di sisi lain, kau pasti merasa sedih karena kehilangan teman-teman seperjuanganmu. Karena,,, Jujur, buatku teman seperjuanganku khususnya DC-A’09 telah menorehkan banyak kenangan dalam perjalananku. Bukan hanya sekedar teman sekelas ataupun satu prodi. Tapi lebih dari itu, dalam pandanganku teman-temanku itu selalu ada untuk aku. Mereka selayaknya teman, yang selalu menerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Selalu menerima kehadiran yang lain tanpa syarat. Seperti apapun aku, meski mungkin aku kadang menyebalkan, tapi mereka tidak pernah benar-benar embenciku. Aku menganggap mereka seperti keluargaku. Ya... seseorang di perantauan. APa yang dimiliki selain teman yang baik? Beruntungnya aku bertemu mereka. 

Dan kini upacara wisuda telah membuatku terpisah dengan teman-temanku, bukan hanya di DC-A, tapi juga teman-temanku dari jurusan lain, teman-teman kost-ku, pembimbingku, dosen-dosenku, bahkan memisahkanku dari kota Surabaya yang penuh kenangan. 

Perasaan tidak rela? Hmm... pasti ada. Bagaimana tidak, dengan berakhirnya wisuda, berarti aku harus siap-siap hengkang dari Surabaya dan menuju Belantara Kota tempatku bekerja. Dan dengan berakhirnya wisuda, aku dengan sangat terpaksa dan berat hati harus mengakhiri sesuatu yang tidak ingin kuakhiri. Ahh.... kenangan yang terlalu indah untuk dilupakan begitu saja. Apa aku harus menceritakan kenangan itu? Jemariku terlalu kelu untuk menuliskannya. 

Narsis bisa dimana aja

 Hanya karena banyak tawa di sekitarku aku bisa ikut tertawa, hanya karena mengingat perjalananku selama kuliah dulu aku bisa tertawa, dan kenangan-kenangan indah dengan teman-temanku. Tapi tak bisa kupungkiri kesedihan itu, sebuah perpisahan yang tiba-tiba terasa cepat. Memang tangan manusia tak kan mampu menaklukkan kuasa waktu, yang dengan namanya Tuhanku bersumpah. Dan kelanjutan hidup adalah mutlak. Maka kejadian silih berganti mungkin hanya segelinir dari kisah hidup yang sebenarnya. 

Wisuda, banyak hikmah yang bisa dijadikan pelajaran di sana. Bahwa semakin panjang umur manusia, maka ia tidak akan bisa lepas dari kewajiban bertahan hidup. Bahwa selalu ada perpisahan dalam perjumpaan. Dan bahwa dalam petemuan singkat itu, selayaknya ada banyak hal yang bisa diingat.

Read more...